Lagi, beberapa malam ini rasanya sakit sekali.
Kepalaku terasa berteriak dan meminta untuk keluar dari tempurungnya.
Ya... apa boleh buat? Berteriak saja sana sesukamu! Aku tidak mendengar dan kau akan tetap disana selamanya.
Kepalaku terasa berteriak dan meminta untuk keluar dari tempurungnya.
Ya... apa boleh buat? Berteriak saja sana sesukamu! Aku tidak mendengar dan kau akan tetap disana selamanya.
Semua bermula dari.....(aku lupa)
semenjak itu kepalaku sering terasa sakit, tapi hanya seperti rasa ngilu yang sebentar. Aku fikir aku bisa mengatasi hal sepele seperti itu. Ya, gampanglah itu. Bisa diatur…
semenjak itu kepalaku sering terasa sakit, tapi hanya seperti rasa ngilu yang sebentar. Aku fikir aku bisa mengatasi hal sepele seperti itu. Ya, gampanglah itu. Bisa diatur…
Tapi lambat laun, kondisi fisik yang semakin melemah, semakin ringkih, seolah menolak untuk diajak bekerja sama dalam mengerjakan beberapa pekerjaan berat. Sampailah saat sekarang dimana aku mulai mengakrabkan diriku dengan rasa sakit ini. Rasa yang belum pernah aku dengar kata pamit darinya.
Namun ada beberapa hal yang mampu membuatku sekeras karang dan mengalahkan sakitku itu. Orang-orang yang dengan ikhlas datang dan tertawa bersamaku adalah obat terbaik bahkan mampu jadi amunisiku selama perang dengan penyakit yang sampai detik ini masih belum aku ketahui siapa dia.
Namun ada beberapa hal yang mampu membuatku sekeras karang dan mengalahkan sakitku itu. Orang-orang yang dengan ikhlas datang dan tertawa bersamaku adalah obat terbaik bahkan mampu jadi amunisiku selama perang dengan penyakit yang sampai detik ini masih belum aku ketahui siapa dia.
Jika ada yang memintaku untuk mencari tahu tentang kebenaran rasa sakitku ini, lebih baik aku menghindar. Sejujurnya, rasanya memang sakit, tapi aku ketagihan. Hahahaha. Aku mulai bisa menikmati rasa sakitnya, karena aku bisa lupa sejenak dengan masalah-masalah lain yang ada di hidupku.
Jadi, biarkan saja begitu.
Jadi, biarkan saja begitu.
RRD


0 comments:
Posting Komentar