Fadlan mengajarkan banyak hal. Termasuk bertahan hidup tanpa uang, berlapang dada kala naik pitam, mengalah ketika dicaci. Sulit memang, tapi dia mampu. Justru karena itu, karena dia mampu, jadi aku harus jauh lebih mampu.
Aku gak sanggup kalau harus berkisah seperti dalam novel yang berjudul : "Dilan, Dia adalah Dilanku tahun 1991". Aku gak akan sanggup, sama seperti Lia di dalam kisah itu.
Fadlanku luar biasa. Dia mampu menaklukanku dikala emosiku membara. Dan dia mampu melakukan hal-hal menyenangkan lainnya yang bisa dengan mudah mengusir penatku akan kejadian-kejadian yang tidak mengenakan lainnya.
Itu Fadlanku.
Bukan punyamu!!
Dia milikku! Seutuhnya!
RRD


0 comments:
Posting Komentar