Detik ini adalah detik dimana aku mengagumi juga sangat merindukan Pangeranku
Detik dimana aku menaruh segumpal harapan pekat padanya
Tapi apa dayaku, Tuan?
Aku hanya itik kotor yang tak kunjung sampai untuk membelai rambut hitamnya
Aku hanya itik kotor yang tak kunjung sampai untuk membelai rambut hitamnya
Aku malu, Tuan
jika ia melihatku nanti, pastilah aku akan berlari kocar-kacir layaknya layang-layang putus tali
jika ia melihatku nanti, pastilah aku akan berlari kocar-kacir layaknya layang-layang putus tali
Paman, apa menurutmu ia juga memperhatikan keberadaanku di kolam pinggir kastilnya?
Aku ragu..
Mana mungkin pangeran seistimewa dia mau melihatku? Melirik pun tak sudi
Aku ragu..
Mana mungkin pangeran seistimewa dia mau melihatku? Melirik pun tak sudi
Tampak jelas dari raut wajahnya saat melihat kotornya kolam ini
Paman, adakah keajaiban utnukku dan nantinya ia akan mencintaiku sepenuhnya?
Aku tidak bisa bahagia selain melihat ia disetiap detikku
Aku tidak bisa bahagia selain melihat ia disetiap detikku
Sampaikan salamku untuknya, Paman.
Aku mengaguminya,
Itik dari kolam di pinggir kastilnya
Aku mengaguminya,
Itik dari kolam di pinggir kastilnya


0 comments:
Posting Komentar